Selasa, 19 April 2016

" HIDUP BUKAN UNTUK MAPAN"



Seorang pengusaha sukses pernah ditanya oleh seorang ibu , " Saya dan suami sudah berusia hampir 40 tahun, kenapa kok kami belum mapan ? Usaha yang kami buat gagal terus ? apa sih mapan itu ? "

Sang pengusaha sukses itupun menjawab " Kemapanan itu menurut saya tidak ada bu, justru saya menghindari merasakan itu, karena yang konstan itu adalah perubahan dan  hidup itu terus bergerak. Mapan dan berada di zona nyaman akan membuat kita menjadi pribadi yang rapuh akan perubahan yang mungkin saja tidak menyenangkan, 

Saya lebih baik berfikir tentang terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap rencana-rencana saya untuk masa depan, selain bermanfaat buat meningkatkan kualitas diri dan tentunya juga untuk kebermanfaatan bagi masyarakat luas . 

Jangan pernah berfikir kalau " Life begin at 40 " adalah patokan dimulainya sebuah kemapanan, karena nanti kita terjebak dengan pemahaman kalau kita tidak "mapan" di usia 40 berarti gagal dan ini tidak benarY yang benar adalah bagaimana kita mampu berbuat selama masa hidup kita dengan berimbang, antara amalan dunia dan akhiratnya, dan itu tidak mesti dimulai dari usia 40, Percayalah rejeki Allah SWT itu tidak mungkin tertukar, kerja saja sebaik-baiknya, lalu Ikhlaskan apa yang bakal terjadi diatas Ikhtiar kita yang maksimal dijalan Allah SWT ".

Hal ini mungkin mudah untuk dibicarakan, tapi sulit untuk dilakukan, tapi itulah apa adanya, itulah kenyataan kehidupan yang kita jalani diatas muka bumi ini. Orang gagal itu banyak, orang sukses itu juga banyak,. Yang jarang adalah orang yang gagal lalu bangkit kembali, tidak putus asa dan yakin bahwa dibalik kegagalan yang dia alami akan ada masa keberhasilan .


Tuhan akan memiberikannya  disaat waktu yang tepat dan tentunya lengkap dengan keberkahannya, mengapa lengkap dengan keberkahannya ?, karena apa yang dilakukan bukan untuk mengejar materinya melainkan kebermanfaatannya 

-------------------------

SELAMAT MALAM SEJAWAT....

"Hidup itu tidak selamanya bicara tentang materi atau uang, melainkan bicara tentang perjuangan membangkitkan harapan untuk banyak orang, inilah sumber kebahagiaan dan keberkahan."

( Thia ,23 September 2015)

Senin, 18 April 2016

HATI YANG SEMPURNA



Pada suatu hari seorang Pemuda tertidur lalu bermimpi. Dalam mimpinya seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas ia sangat mengagumi dan terheran-heran   dengan suasana ini. Lalu sang pemuda mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”.

Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang di sekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka, ada yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “Wow, luar      biasa…” katanya lagi. Sang pemuda makin yakin bahwa hatinyalah yang           paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari  miliknya.

Pandangan si pemuda terpaku saat melihat seorang wanita tua yang menggunakan penutup kepala. Wanita tua itu hampir tidak kelihatan wajahnya. Wanita tua itu berhati sangat besar tetapi tak berbentuk. Si pemuda pun heran kenapa banyak sekali lubang yang ternganga di hati orang itu. Ia berjalan mendekat ke arah si wanita tua dan bertanya kepadanya. “Kenapa hati anda seperti itu? kenapa tidak berbentuk sempurna dan indah seperti milik saya?” Katanya setengah pamer. Jawab wanita itu, “Mungkin karena kamu masih terlalu muda dan belum begitu memahami dunia”.

Wanita tua melanjutkan, “Setiap saya mencintai seseorang, aku mencongkel hati ini dan kuberikan padanya. Begitu pula jika saya menolong orang, selalu ada serpihan hati yang kubagi pada orang itu. Dulu, saat saya masih muda dan bergaul dengan banyak sahabat, hati saya teriris-iris karena harus kubagi pada banyak sekali teman. Saat saya mulai menikah dan punya anak, hati saya hampir habis tersayat-sayat untuk memahami suami dan mengasuh anak”.

Tetapi, ada suatu saat di mana orang-orang juga mulai membagi hati pada saya. Mereka juga belajar mengiris hatinya untuk menutup setiap luka di hati saya hingga bertumpuk-tumpuk, itulah sebabnya kenapa hati saya beberapa kali lipat lebih besar dari hatimu, sekalipun tidak berbentuk lagi. Memang, tidak semuanya mau berbuat demikian, itulah sebabnya kenapa masih banyak sekali lubang menganga di hati ini.

Sekarang, hati siapa yang lebih indah? hatiku atau hatimu?” Sang pemuda tertegun untuk sekian lama. Ia mulai menyadari bahwa hati wanita tua itu jauh lebih sempurna dari hatinya. Luka, cacat, dan banyaknya tambalan di hati wanita itu justru menjadikannya lebih indah dan lebih besar dari miliknya. Setiap lubangnya seolah berbicara tentang cinta dan ketulusan di kehidupan yang dijalaninya. Sejenak, si pemuda mulai mengamati wajah wanita tua. Ia terperanjat ketika melihat wanita tua itu ternyata adalah ibunya.

"Love is a chance to gouges your hearts.. but the greatest heart always born from the greatest love. '
Dan (Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, niscaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. ( QS Al Anfaal : 63)

  (Thia 8 Februari 2015)

KEAJAIBAN KETIKA RASULULLAH SAW DILAHIRKAN




K
elahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada tanggal 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam         semesta. Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam. Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan saja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan.

Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai” Irhas”. Irhas bermaksud satu kejadian luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada seorang nabi. Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di balik kelahiran baginda. Ini karena masih banyak lagi rahasia yang belum terungkap. Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pertama, semasa Rasulullah SAW berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil. Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang nabi dan penghulu kepada seluruh umat manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah        memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah di sekitaran kawasan tersebut semula kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentara bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah “al-Fil”, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi. Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan mundur dengan izin Allah. Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam alQuran. Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata “Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu dari seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad”. 

Semasa kelahiran Nabi Muhammad SAW, Aminah ditemani Aisah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya dari pada Nabi Isa dan Musa. Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahwa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah dan bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahwa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah ketika baginda dilahirkan. Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan “Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan Dia-lah yang akan menghapuskan segala perkara syirik”. Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah.

Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya dari pada semua makhluk. Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan. Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, “Ketika aku sedang berada di Ka’bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Ka’bah berkata, “telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku dari pada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui”. 

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda - tanda keruntuhan kerajaan tersebut. Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah. Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahwa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

(Thia, 3 Januari 2015)