Jumat, 01 April 2016

"SEVEN KRUCIL FANTASY"



Tidak susah melukiskan kebersamaan kami di rumah Yayasan Meuthia Foundation berdiri rumah tua yang sederhana namun asri. Konstruksi bangunanpun tidak menganut prinsip arsitektur masa kini. Sengaja pula tidak direkonstruksi kekinian karen,saya ingin mempertahankan gaya asli rumah peninggalan almarhum bapak ibu yg menjadi saksi tumbuh kembang saya dan selanjutnya menjadi rumah malaikat malaikat kecil yg saya panggil KRUCIL.

Waktu memang berlalu begitu cepatnya, siapa yg menyangka "SEVEN KRUCIL" sudah mulai besar besardan bahagia rasanya berada di tengah mereka. Kebersamaan yang lahir diantara duka lara justru menjadikan mereka selayaknya saudara kandung, kepedulian, rasa cinta dan kasih sayang y
ang tulus begitu terasa.

Memang dalam keseharian saya tidak mengizinkan anak anak untuk membawa smartphone android atau gadget dan sejenisnya, y
ang ada hanya hp jadul dan untuk dirumah kami pasang line telepon kuno. Mungkin salah satunya dikarenakan saya menyukai komunikasi secara konvensional tanpa ada facetime, video call et al atau juga karena saya ingin keharmonisan di rumah itu adalah harmonis yang nyata face to face, bukan face to gadget, sehingga ketika kami bicara kami bisa saling menatap, memandang dan memeluk bukan mengasihi di balik dinding kamar.

Meja makan adalah ruang favorit kami, kami selalu membiasakan makan bersama , biasanya acara makan tidak dimulai bila penghuni kursi belum lengkap. Ditempat makan ini kami menanyakan keadaan anak anak hari itu sebelum kembali ke aktivitas masing masing. Saya, umi atau abah selalu menyelipkan pesan moral, t
api sejak saya pergi saya biasa berkomunikasi lewat telepon dan saya memilih waktu lepas makan utk menelpon.

Seperti hari ini saya menelpon mereka, dari jauh saya mendengar kericuhan mereka untuk bicara, tapi saya senang memulai pembicaraan dari yg paling kecil, ini hanya untuk melatih para kakak untuk belajar mendengarkan dan menghargai apa yg disampaikan para adik.

Yang paling kecil Azka usia baru 7 bulan, umi bilang sudah mulai makan bubur, di telpon terdengar celoteh ma
.. ma.. ma, senang mendengarnya mengingat beberapa hari yg lalu sempat dirawat karena kejang demam. Selanjutnya ada mas Ibam usia 4 tahun duduk di bangku TK yang saat lomba di sekolahnya dia menjuarai lomba telling story . Silih berganti saya pun bicara dengan mas Zacky dan Alfian, dua jagoan saya ini berusia 7 tahun, keduanya duduk di kelas satu bila sore mereka mengaji untuk menghafal Al quran dan Alhamdulillah masing masing sudah bisa menghafal 2 juz dan 3 juz

Yang keempat tentu saja my little angel Aisyah, dokter kecil termuda di sekolahnya ini memberi saya kejutan menang lomba menyanyi
. Seumur umur baru ini saya tau dia memilikinya bakat menyanyi. Tak ketinggalan mbak Rara dan mbak Tita keduanya duduk di kelas 5 SD, mbak Rara terpilih mewakili sekolahnya utk ikut lomba olimpiade matematika dan mbak Tita sebagai kapten basket baru saja menjawarai lomba basket . Dan yang paling besar ada si Mpie, juga dengan bahagianya dia bercerita terpilih utk mengikuti student exchange di UK. ALHAMDULILLAH...
Ikut bahagia rasanya melihat mereka menjadi generasi yang hebat, secara tidak langsung mereka mulai menggapai apa yg menjadi mimpi besarnya ini kami sebut " SEVEN KRUCIL FANTASY", mimpi ini kami tulis dan kami pajang bukan dilangit ketujuh melainkan di dinding ruang tengah tempat kami berkumpul sehingga tiap hari kami membacanya
.

Semoga keagungan Allah yang tergelar dalam Lauhul Mahfudz, muara dari segala ilmu dan kebajikan menyimpan rahasia yang baik kemana nasib akan membawa para malaikat kecil saya ini. Saya meyakini mereka adalah malaikat kecil yg memiliki hati dan pikiran yg terang


Dan Allah menakdirkan orang- orang tertentu yang memiliki hati yang terang agar dapat memberi pencerahan pada sekelilingnya.

Semoga mereka menajadi orang yang bermanfaat
Aamiin...

SELAMAT TAHAJUD SEJAWAT SIAPA PENGUNJUNG TERAKHIR KITA ???




Mari Renungkan....Saudaraku, tahukah kamu siapa pengunjung terakhirmu?. Tahukah kamu apa tujuan ia berkunjung dan menemuimu?. Apa saja yang dimintanya darimu?. Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!!

Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!!

Saudaraku! Pengunjungmu ini tidak memiliki hati yang gampang luluh. Ia tidak bisa terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangismu bahkan oleh jeritanmu dan perantara yang menolongmu. Ia tidak akan memberimu kesempatan untuk mengevaluasi perhitungan-perhitunganmu dan meninjau kembali perkaramu! Sungguh! Ia hanya menginginkan dirimu saja, bukan orang lain! Ia menginginkanmu seutuhnya bukan separoh badanmu! Ia ingin membinasakanmu! Ia ingin kematian dan mencabut nyawamu! Menghancurkan raga dan mematikan tubuhmu! Dia lah MALAIKAT MAUT !!!

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:“Katakanlah, ‘Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajadah: 11)
=============================

BERHATI -HATILAH SAUDARAKU

Semoga kita tidak termasuk orang yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan, artinya:
“Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (Maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?” (QS. Muhammad: 27)

Atau firman-Nya, artinya: “(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), ‘Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab), “Ada, sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. “Maka masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombong-kan diri itu.” (QS. An-Nahl: 28-29)

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikan lah aku (ke dunia).” Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguh-nya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu'minun: 99-100)

PERSIAPKAN DIRI KITA SAUDARAKU

Ketika di Padang Mahsyar, ketika hari Hisab, ketika ditimbang, ketika diperlihatkan lembaran amal kebaikan, ketika melintasi Shirath dan berdiri di hadapan Allah Al-Jabbar?

Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
“Tidak seorang pun dari kamu melainkan akan diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat, tidak ada penerjemah antara dirinya dan Dia, lalu ia memandang yang lebih beruntung darinya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah diberikannya dan memandang yang lebih sial darinya, maka ia tidak melihat selain apa yang telah diberikannya. Lalu memandang di hadapannya, maka ia tidak melihat selain neraka yang berada di hadapan mukanya. Karena itu, takutlah api neraka walau pun dengan sebelah biji kurma dan walau pun dengan ucapan yang baik.” (Muttafaqun 'alaih)
========================


Mari saudaraku, berhitunglah atas diri kita di saat senggang, berpikirlah betapa cepat akan berakhirnya masa hidup kita, bekerjalah dengan sungguh-sungguh di masa luangmu untuk masa sulit dan kebutuhanmu, renungkanlah sebelum melakukan suatu pekerjaan yang kelak akan didiktekan di lembaran amalmu

( Thia, 29 Maret 2015)

BUNDA MENTERI DAN TUHAN SEMBILAN SENTI






Rasanya memang tidak perlu lagi diulas tentang bahaya merokok. “Tuhan Sembilan Senti” itu kini mendapat kampanye gratis dari Bunda Menteri. Sebuah role model pagi pejuang hak asasi perokok terhadap hak-haknya yang dilanggar karena pembatasan fasilitas untuk perokok. 

Lihatlah Bunda Menteriku adalah seorang Millionare dengan segenap prestasi dan lagi- lagi Tuhan Sembilan Senti ditangannya mengukuhkan bahwa bukan menjadi masalah bagi beliau yang penting kerja dan ini diamini oleh para FSC (Fans Susi Club ).

Hari ini saya tertunduk lesu, ketika menyempatkan mampir di Yayasan Yatim Piatu tempat “my little angel Aisyah”, saya dipameri aktifitas Aisyah sambil membaca dan kaki ongkak-ongkak memegang pensil di antara jarinya dan meletakkanya disudut mulutnya 

“Keren ya Bunda....”. “Keren apanya Sayang”? Tanyaku pada Aisyah. “Coba lihat gaya Aisyah … Bunda....”,  ucap Aisyah. 
“Ini Gaya ulil Amri Bunda”, sela Aisyah  “Ulil Amri siapa Ais?”, rasa penasaranku pada Aisyah.
“Ya Bunda Menteri Bunda....., Ini cooolll Bunda, kerennnn, dan mboisss”, jawab Aisyah dengan cepat.Mohon dimengerti sejawat, melihat ini mbrebes mili dan “Sakitnya tuh disini  …. #sambil nunjuk hati 
“……….Bunda Menteri yang Terhormat, dengan segala kerendahan hati cukuplah tayangan itu   menjadi tayangan terakhir yang kami tonton antara Bunda Menteri dan Tuhan Sembilan Senti…..”
 (Thia, 29 Oktober 2014