Minggu, 01 Mei 2016

COMPETITION vs. COOPERATION


Jumat lalu kedua anak saya menerima Report Card dari sekolahnya Ronald Reagan Elementary School. Di Indonesia namanya rapor. Melihat keduanya dapat nilai-nilai yg sangat bagus sementara tidak tercantum info tenatg rangking, saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya. “Anak saya ranking berapa, Ms. Batey?”. “Kenapa anda orang Asia selalu nanya gitu?”,jawabnya. (Weleh, salah apa ane gan, batin saya.) “Anda sangat suka sekali berkompetisi.

Di level anak anda, tidak ada rangking2an. Tidak ada kompetisi. Kami mengajari mereka tentag "cooperation" alias kerjasama. Mereka harus bisa bekerja dalam "team work" dan mereka harus bisa cepat bersosialisasi dan beradaptasi. Mereka harus punya banyak teman. Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis. Kami mengajari mereka logika dalam setiap kalimat yg mereka ucapkan.”
(Dari sini rupanya kenapa temen2 saya di kantor mentalnya ”How can I help you”, hampir ga pernah saya liat jegal-jegalan. Dan di US, hampir semua profesi mendapatkan penghasilan yang layak, tidak harus semua jadi “dokter” seperti di Indonesia. Semua orang boleh mencari penghidupan sesuai passionnya, sehingga semua bidang kehidupan sangat berkembang maju krn diisi orang2 yang bekerja degn gairah)
Weleh…saya jadi ingat, memang pendidikan di negeri saya sangat kompetitif. Banyak orangtua yg narsis memajang prestasi anak-anaknya di sosmed. Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yg terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama. Kiri kanannya dianggap saingan dan dirinya harus menjadi yg terbaik. Mending kalo dia mengembangkan dirinya supaya menang persaingan, yg ada kadang mereka menunjukkan baiknya dirinya dgn cara menungkapkan jeleknya orang lain. Kalo bukan kita siapa lagi, begitu jargonnya…Wuih, betapa arogannya, seakan-akan yg lain tidak mampu dan hanya dia yg mampu. Sakit mentalnya….
Bapaknya yg berkesempatan sekolah di sekolah2 yg konon terbaik di tanah air sebenarnya jg pernah kena sindrom yg sama. Bagaimana tidak? Setiap hari dicekoki bahwa anda putra terbaik bangsa, calon pemimpin masa depan dll selama bertahun-tahun. Tidak perlu saya cerita gimana yg Maha Kuasa memberikan tamparan bertubi-tubi di awal-awal masa kerja, supaya saya tidak terlalu jauh tersesat.
Aku menang….aku menang…..begitu suara anak-anak dari sebuah gang di ibukota. Entah permainan apa yg dimenangkannya…..Entah kapan dia sadar bahwa hidup bukan melulu soal menang dan kalah.
Bakersfield, Jan 2016 
Dari teman  yang  bekerja di Chevron (California)
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
( Thia , 2 Mei 2016)  

JADIKANLAH DIRIMU BERBEDA


Saat yang lain bermimpi indah, kau tengah bersimpuh menangis terbayang dosa, larut dalam muhasabah diri.. "Jadikan dirimu berbeda.."

Saat yang lain berkumpul menghabiskan waktu luang, kau tengah asyik melantunkan ayat-ayat Tuhanmu. "Jadikan dirimu berbeda.."

Saat yang lain tengah menikmati sarapan paginya, kau tengah bersujud bersedekah 
sembari mengharap Rezeki Illahi "Jadikan dirimu berbeda.".

Saat yang lain bergembira penat akhir pekan, kau tengah duduk mencari Rahmat Allah, wajahmu memenuhi majelis Ilmu. "Jadikan dirimu berbeda.".

melepas Saat yang lain merasa terbebani dengan ujian, kau tengah sibuk mencari kekuatan untuk memikulnya. "Jadikan dirimu berbeda"..

Saat yang lain tengah sibuk membicarakan keburukanmu, kau tengah bercerita mengungkit kebaikan orang lain. "Jadikan dirimu berbeda.".

Saat yang lain mengeluh bergantung pada manusia, kau jadikan shalat dan sabar sebagai perisaimu. "Jadikan dirimu berbeda".. 

Saat yang lain berjalan kau sudah berlari.. Saat yang lain berpeluh memulai kau sudah ringan terbiasa..

Saat yang lain duduk belajar kau sudah berdiri mengamalkan.. Saat yang lain terhempas jatuh kau tetap tersenyum tangguh Karena Kau Berbeda..
________

Selamat malam sejawat...

"Sesungguhnya 'bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallalahu alaihi wasallam, Yaa Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu? Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam - menjawab, Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan. 
(HR. Muslim)"

 ( Thia ,21 oktober 2015 )

' TEH MAGGIE"



Akhir pekan ini saya habiskan waktu untuk bersama Maggie sebab beberapa hari lalu saya mendengarnya sakit, sengaja saya memasak sup iga sapi untuknya. Setelah kejadian beli baju waktu itu bila ada kesempatan saya selalu mengunjungi Maggie 

Entah apa yang membuat saya begitu senang bila bertemu dengannya, mungkin karena Maggie secara usia hampir sama dengan almarhum Eyang, Selain itu wajahnya terasa sejuk di hati, ucapan -ucapannya juga meresap ke lubuk jiwa dan menentramkan. sikapnya humble dan tidak angkuh. sehingga suasana kekeluargaan cepat tercipta dan  rasanya saya telah lama mengenalnya

Sesampai dirumah  ternyata keadaan Maggie sudah membaik, terlihat sudah nampak bugar kembali.  Setelah sedikit menanyakan kabar dan lain - lain  saya mengatakan bahwa akhir pekan saya ingin menghabiskan waktu bersamanya. Sambil tersenyum Maggie mengajak saya keruang tengah , dia mengatakan bahwa dia sedang membaca ketika saya datang. sayapun diam mengikutinya

Saya memasuki ruang baca milik Maggie, ruangan ini berada di sebelah meja makan, Ada sebuah sofa lebar di tengahnya dengan satu meja kotak , beberapa lemari berisi buku - buku. Saya mulai melihat - lihat buku - buku yang tersusun rapi di dalam lemari -lemari itu. buku demi buku saya periksa isinya 
Sepintas lalu. Maggie rajin sekali, buku  miliknya ini semuanya terpelihara dengan baik, sampai dengan kebersihannya. Buku yang sudah lama sekalipun masih utuh dan bagus keadaannya

Sambil duduk disofa, saya melihat album -album kenangan Maggie wanita cantik yang sangat sederhana dan pintar, tak heran di lingkungan tempat tinggal Maggie hampir semua mengenalnya hingga anak - anak kecil. Selain itu maggie sangat pandai menyesuaikan diri dengan orang lain, buktinya tanpa terasa kami berdua telah hanyut dalam cerita - cerita kecil yang sangat mengasyikkan dan saya yang biasa agak tertutup terasa nyaman sekali berbicara dengan Maggie termasuk beberapa hal yang membuat saya agak jenuh dan bosan akhir - akhir ini

Ditengah asiknya bercerita, Maggie menuangkan air teh dalam cangkir hingga hampir tumpah sampai saya bilang stop pada Maggie. Sambil tersenyum maggie menghentikan menuang air teh itu dengan penuh bijaksana maggie mengatakan;

" Meuthia!!!  ibarat cangkir teh  ini sama seperti otak manusia. bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif."

Saya mengerti betul apa yang dimaksut Maggie ini, dan tentu ini membuat saya tersadar dalam menyikapi  banyak hal yg terjadi akhir - akhir ini. dan jujur saja saya malu....
Seolah mengerti apa yang saya rasakan, dengan penuh kasih sayang Maggie memeluk sambil berbisik " Thia.!!kamu tidak perlu malu ya beginilah hidup dimanapun kamu akan tinggal ingat lah itu...

TERIMA KASIH MAGGIE'

( Thia 27 oktober 2015)