Tampilkan postingan dengan label PROPHET MUHAMMAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROPHET MUHAMMAD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

JANGAN SALAH MELIHAT YA !



Suatu hari Rasululullah SAW akan melakukan shalat jenazah. Ketika jenazah itu diletakkan, Khalifah Umar RA  berkata, “Ya Rasulullah, jangan kau shalatkan dia. Dia seorang bajingan”. Lalu Rasulullah menghadap kepada para jamaah sambil berkata, “Adakah di antara kalian pernah melihatnya melakukan amal Islami?” Seseorang menjawab, “Ya, wahai Rasulullah. Dia pernah ikut berjaga-jaga di medan jihad’. Maka Rasulullah menshalat-kannya.

Setelah itu Rasulullah menaburkan debu kepada jenazah tersebut sambil bersabda, “Teman-temanmu mengira engkau ahli neraka, namun aku bersaksi bahwa engkau adalah ahli surga”. Lalu Rasulullah berkata kepada Umar, “Wahai Umar, jangan kau bertanya tentang perilaku seseorang, namun tanyakan kebaikan fitrahnya”.
 
Hikmah yang dapat kita petik adalah:

"...Jangan menilai orang dari rupanya. Karena Rasulullah melihat si pendek tak menawan (Julaybib r.a) dikejar kejar oleh para bidadari surga.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasulpun (Umar bin Khattab) kini terbaring di sebelah makam beliau.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun (Khalid bin Walid ) akhirnya menjadi pedang nya Allah.

Jangan memandang orang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka, sedangkan sandal jepit ( Bilal bin Rabah ) terdengar di surga...."


(Thia, 9 Januari 2015

Kamis, 31 Maret 2016

KETIKA PERUT RASULULLAH SAW BERBUNYI





Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam sholat, para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah SAW bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat,


”Ya Rasulullah.., kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Tuan sakit”?     Namun Rasulullah SAW menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”. Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya,
”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuhTuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”.

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah SAW pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak. Umar memberanikan diri berkata,
”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam”?  Rasulullah SAW menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?” Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah SAW melanjutkan,

”....Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak”. Semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa'atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti dan kita di kukuhkan keimanan serta ke-Islam-an kita agar terus meneladaninya...."

(Thia, 23 Desember 2014)